Hakikat Kerja







Nama                         : Zenitha Ramadani

Kelas                          : XI DKV

Tema Buku                 : Etika Kerja

Judul Buku                 : Etika Kerja Unggul

Pengarang                   : Kasdin Sihotang

Penerbit                       :  Kanisius PT

Tahun Terbit                : 2020

Jenis Buku                   : Etika

Halaman yang Dibaca : 4 Halaman


Hasil Resume:

BAGIAN 1

ESENSI KERJA

BAB 1 Hakikat Kerja

        Bekerja adalah aktivitas yang melekat dalam kehidupan manusia. Melihat fenomena eksistensial kerja inilah, Hannah Arendt berani melabeli manusia sebagai homo faber, Arendt mau menyatakan bahwa kerja merupakan ungkapan keberadaan manusia yang artinya melalui bekerja manusia mengembangkan dan memajukan dirinya.

1. Arti kerja

            Sebelum membicarakan arti kerja, hal pertama yang perlu dikatakan adalah bahwa tidak semua kegiatan dapat diartikan sebagai kerja. Adapun ciri-ciri dan makna dibanding dengan aktivitas lainnya. H. Arvon membantu kita dalam mengidentifikasi kegiatan mana saja yang termasuk dalam kategori kerja. Terkait dengan ini, Ia mengidentifikasikan ciri kerja ke dalam tiga hal berikut. Pertama, keterlibatan dimensi subjektif secara intensif. Adapun yang dimaksud dimensi subjektif adalah pikiran, kehendak, dan keauan serta kebebasan. Seorang pekerja memikirkan strategi pencapaian hasilnya, merencanakan pengembangannya, menentukan hasil yang dicapai, memiilih mana yang baik dan buruk didalamnya. Ia bekerja dengan melibatkan cita, karsa dan rasa. Dengan ciri ini, kegiatan-kegiatan yang tidak melibatkan berbagai elemen subjektif, seperti mandi, makan, jalan-jalan atau melakukan berbagai hobi lainnya, tidak termasuk dalam pengertian kerja.

            Kedua, hasil yang bermanfaat.  Kerja selalu membawa hasil yang berguna. Kegunaan ini dapat bersifat personal atau sosial. Bersifat personal karena membawa manfaat bagi pekerja sendiri, misal mempersiapkan masa depan dengan menabung dari hasil kerjanya atau mengembangkan dirinya. Bersifat sosial karena melalui pekerjaan seseorang mengabdikan diri dan menyatakan tanggungjawab terhadap kehidupan orang lain, misal seorang ayah bekerja berguna untuk masa depan anak-anaknya dan mewujudkan tanggung jawabnya terhadap keluarganya.

            Ketiga, mengeluarkan energI. Energi merupakan kekeuatan yang mebuat manusia mampu melakukan pekerjaan. Dengan energy manusia mampu menjalankan kegiatan yang bermanfaat.

            Selain melihat 3 ciri diatas,  kita juga dapat mengidentifikasi kerja dari fungsinya. Franz Magnis Suseno menunjukan 3 fungsi kerja manusia. Pertama, fungsi reproduksi material. Fungsi ini menunjukkan bahwa melalui bekerj manusia menghasilkan hal-hal yang dapat memenui kebutuhan fisiknya. Dengan kata lain, kerja merupakan upaya manusia untuk membuat seluruh mekanisme biologisnya berfungsi dengan memenuhi kebutuhan kejasmaniannya. Kedua, kerja menciptakan integritas sosial. Ini berarti, kerja manusia bukan hanya untuk memenui kebutuhan diri sendiri, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh orang lain pada masa yang sama maupun meraka ynag hidup diwaktu yang beda. Dengan demikian kerja menyatukan manusia yang hidup dalam berbagai zaman. Inilah yang disebut integrasi sosial. Selain menyatukan umat manusia, kerja membuat seseorang memiliki status di masyarakat, dalam bekerja setiap orang mendapat pengakuan dan kedudukan di masyarakat.

            Ketiga, pengembangan diri. Abraham H. Maslow menyatakan bahwa pekerjaan manusia tidak hanya memenuhi kebutuhannya melainkan lebih-lebih menjadi wadah bagi pengembangan dirinya. Menurut Abraham Maslow, aktualisasi diri merupakan nilai yang paling tinggi dalam bekerja. Dalam fungsi yang pertama melalui bekerja, manusia bisa memenuhi kebutuhannya dan dalam fungsi yang kedua dengan bekerja manusia mampu secara kreatif mengaktualisasikan potensinya dengan maksimal.

Komentar